Kesalahan Umum Siswa dalam Memilih Jurusan: Waspadai Sebelum Terlambat
Memilih jurusan kuliah sering kali dianggap sebagai prosedur administratif belaka, padahal keputusan ini akan mewarnai setidaknya empat tahun masa muda dan seluruh perjalanan karier Anda ke depan. Sayangnya, banyak siswa yang terjebak dalam lubang kesalahan yang sama: hanya mengikuti tren, sekadar menuruti kemauan orang lain, atau terlalu terpaku pada prestise kampus tanpa memahami isi program studinya. Penyesalan di tengah jalan bukan hanya membuang waktu dan biaya yang besar, tetapi juga bisa memadamkan semangat belajar. Oleh karena itu, memahami apa saja jebakan yang sering menjerumuskan calon mahasiswa adalah langkah preventif paling krusial yang harus Anda lakukan sebelum menekan tombol “daftar
Memilih jurusan kuliah adalah salah satu keputusan besar dalam hidup seorang siswa. Sayangnya, banyak siswa terjebak dalam kesalahan umum yang bisa berujung pada penyesalan, pindah jurusan, atau bahkan berhenti kuliah di tengah jalan. Artikel ini akan membahas kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan bagaimana cara menghindarinya.
- Ikut-ikutan Teman atau Tren
“Karena teman-teman ambil jurusan itu, aku ikut aja biar bareng-bareng.”
Ini adalah kesalahan klasik. Jurusan yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untukmu. Pilihan kuliah adalah keputusan individu, bukan keputusan kelompok.
Cara Menghindari:
- Fokus pada minat dan potensi diri sendiri.
- Tanyakan: “Apakah aku akan tetap memilih jurusan ini jika teman-temanku tidak ikut?”
- Hanya Mengejar “Jurusan Bergengsi”
Banyak siswa tergoda memilih jurusan yang dianggap “keren” atau “bergaji besar”, seperti kedokteran, hukum, atau teknik, tanpa mempertimbangkan kesiapan dan minat pribadi.
Risikonya:
- Tertekan karena tidak sesuai minat
- Merasa tersesat di tengah perjalanan studi
Solusi:
- Kenali minat dan gaya belajar sendiri
- Lihat ke dalam, bukan hanya ke luar
- Kurang Riset tentang Jurusan dan Kampus
Beberapa siswa memilih jurusan hanya karena namanya terdengar menarik, tanpa benar-benar tahu apa yang akan dipelajari di dalamnya.
Contoh:
- Mengira Ilmu Komunikasi hanya belajar public speaking
- Mengira Psikologi akan langsung bisa jadi psikolog tanpa tahu perlu lanjut S2
Cara Menghindari:
- Cek kurikulum jurusan di website resmi kampus
- Tonton video kampus atau kuliah umum online
- Tanya ke alumni atau mahasiswa aktif
- Tidak Memperhitungkan Peluang Karier
Memilih jurusan hanya karena menyukai pelajaran tertentu, tanpa memikirkan karier setelah lulus, juga bisa jadi jebakan.
Tips:
- Riset: lulusan jurusan ini biasanya kerja di bidang apa?
- Apakah kamu siap untuk persaingan atau jalur profesi tertentu?
- Tidak Menyusun Rencana Cadangan (Plan B)
Banyak siswa hanya fokus pada satu jurusan/kampus tanpa mempersiapkan alternatif jika tidak diterima.
Risikonya:
- Frustrasi dan bingung saat hasil seleksi tidak sesuai harapan
Solusi:
- Susun 2–3 alternatif jurusan dan kampus sesuai minatmu
- Pertimbangkan jalur SNBT, Mandiri, hingga kampus swasta atau vokasi
- Mengabaikan Saran Orang Tua atau Guru BK Secara Emosional
Meskipun keputusan ada di tanganmu, menolak saran orang tua atau guru BK tanpa pertimbangan rasional bisa membuatmu kehilangan masukan penting.
Cara yang bijak:
- Dengarkan alasan mereka
- Diskusikan pilihanmu dengan data dan fakta, bukan emosi
Ringkasan: Ceklist Hindari Kesalahan Memilih Jurusan
✅ Sudah mengenal minat dan bakat pribadi
✅ Sudah riset jurusan dan kampus
✅ Tidak memilih karena ikut-ikutan
✅ Sudah mempertimbangkan prospek karier
✅ Punya rencana alternatif jika tidak diterima
✅ Diskusi dengan orang tua/guru dengan kepala dinginPastikan pilihanmu sudah berdasar riset yang matang.
Cek panduan lengkap kami untuk memilih jurusan tanpa rasa menyesal di masa depan!“
Memilih jurusan kuliah adalah investasi waktu, tenaga, dan biaya. Jangan sampai terjebak pada keputusan instan yang hanya berdasarkan emosi sesaat. Luangkan waktu untuk merenung, riset, dan berdiskusi. Jurusan yang tepat bukan sekadar “terkenal”, tapi yang bisa membuatmu berkembang secara utuh.





