Jangan Terjebak Tren Jurusan Populer
Kedokteran, IT, Psikologi, Manajemen…” Kayaknya di mana-mana orang ngomongin jurusan-jurusan ini. Buka media sosial, isinya konten tentang jurusan “bergengsi”. Ngobrol sama teman di kantin, mayoritas mau daftar ke sana juga. Kamu jadi mulai overthinking: “Apa aku harus ikutan juga ya biar dianggap keren dan sukses nanti?” Wajar kok kalau kamu merasa begitu. Namanya juga tren, pasti bikin penasaran dan takut ketinggalan (FOMO). Tapi hati-hati, Bestie! Memilih jurusan kuliah itu keputusan besar buat 4 tahun ke depan, bahkan seumur hidup. Kalau cuma modal “ikut-ikutan” tanpa tahu medannya, bisa-bisa kamu malah “tersesat” dan menyesal di tengah jalan.
🔥 “Semua Orang Masuk Jurusan Ini, Masa Aku Enggak?”
Jurusan yang ramai peminatnya memang sering terdengar keren.
Apalagi kalau sering muncul di media sosial, punya prospek kerja yang “wow”, atau banyak dipilih teman-teman.
Tapi…
Apakah jurusan populer = jurusan yang cocok untukmu?
Belum tentu.
🤔 Apa Itu Jurusan Populer?
Jurusan populer adalah program studi yang saat ini banyak diminati oleh siswa karena berbagai alasan, seperti:
- Banyak dibutuhkan di dunia kerja saat ini
- Sering disebut di media dan konten edukasi
- Dianggap “prestisius” oleh masyarakat (contoh: Kedokteran, Teknik Informatika, Hukum)
Contoh jurusan populer beberapa tahun terakhir:
- Kedokteran
- Psikologi
- Ilmu Komputer
- Desain Komunikasi Visual
- Bisnis dan Manajemen
- Hubungan Internasional
⚠️ Risiko Terjebak Tren Jurusan
- Tidak Sesuai Minat dan Kepribadian
Kamu masuk jurusan karena tren, tapi merasa cepat bosan, stres, bahkan ingin pindah. - Persaingan Ekstra Ketat
Semakin populer jurusannya, semakin tinggi nilai minimal yang dibutuhkan untuk masuk dan lulus. - Overpopulasi Lulusan
Kalau terlalu banyak orang ambil jurusan yang sama, bisa-bisa persaingan kerja makin sulit di masa depan. - Biaya Tinggi Tanpa Hasil Maksimal
Banyak jurusan populer membutuhkan biaya besar (praktikum, alat khusus, dll).
Kalau kamu nggak sungguh-sungguh di dalamnya, hasilnya bisa sia-sia.
✅ Tips Agar Tidak Salah Pilih Karena Tren
- Kenali Diri Sendiri Lebih Dulu
- Apa minat kamu?
- Gaya belajar kamu seperti apa?
- Profesi apa yang kamu bayangkan di masa depan?
- Riset Jurusan dengan Objektif
- Jangan hanya percaya konten viral—cek kurikulumnya, tugas-tugasnya, dan tantangan di dalamnya.
- Tonton video dari mahasiswa aktif, tanya alumni, atau ikut open house.
- Coba Tes Minat Bakat
Gunakan hasil tes sebagai panduan awal untuk menyaring jurusan yang benar-benar cocok denganmu. - Jangan Takut Ambil Jalur yang Tidak Mainstream
Banyak jurusan “kurang populer” yang justru dibutuhkan industri dan memberi karier stabil. Contoh: Teknologi Pangan, Aktuaria, Teknik Geologi, Ilmu Perpustakaan, dsb.
🧠 Ingat: Populer Itu Sementara, Kecocokan Itu Investasi
Jurusan yang populer hari ini, bisa saja kurang relevan di masa depan.
Sementara jurusan yang kamu cintai, bisa membuat kamu terus berkembang bahkan di bidang yang tak terduga.
“Bukan jurusan yang menentukan masa depanmu. Tapi bagaimana kamu belajar, bertumbuh, dan beradaptasi di dalamnya.”
Sebelum kamu terlanjur klik tombol “Daftar” di jurusan yang lagi viral, yuk tarik napas dulu dan baca artikel ini sampai habis. Kita bedah bareng-bareng kenapa tren itu bisa jadi jebakan yang merugikanmu! 👇
Jangan hanya ikut-ikutan. Pilihlah jurusan dengan kepala dingin dan hati yang yakin.
Yang akan kuliah, berjuang, dan mengerjakan tugas-tugas berat itu kamu sendiri, bukan orang lain.





