Ilustrasi dilema siswa memilih antara jurusan bergengsi yang menekan versus jurusan nyaman yang sesuai minat
Dilema Memilih Jurusan Kuliah: Mengejar Gengsi atau Kenyamanan Studi? Temukan Jawabannya!
ibupeni

ibupeni

Tanggal Publikasi: 06 January 2026

Menimbang Antara Gengsi dan Kenyamanan Studi

“Wah, mau masuk Kedokteran? Keren banget!” atau “Yakin mau ambil jurusan Seni? Nanti kerjanya apa?” Komentar-komentar seperti ini seringkali jadi ‘suara latar’ yang bikin galau saat fase krusial memilih jurusan kuliah. Rasanya seperti ditarik ke dua arah berlawanan: satu sisi ingin membanggakan orang tua dan lingkungan dengan masuk jurusan yang dianggap “bergengsi”, tapi di sisi lain, hati kecil ingin memilih jurusan yang benar-benar bikin nyaman, enjoy, dan sesuai minat. Apakah harus mengorbankan kenyamanan mental demi status sosial? Atau sebaliknya? Artikel ini akan membantumu mengurai benang kusut dilema ini agar kamu tak salah langkah dalam maraton panjang bernama perkuliahan.

🎭 Jurusan Favorit Banyak Orang Belum Tentu Favoritmu Juga

“Kuliah di Kedokteran? Keren!”
“Teknik Informatika? Wah, pasti sukses nanti.”
“Desain? Yakin? Itu kan nggak pasti kerjanya.”

Komentar seperti ini sering bikin galau. Karena saat memilih jurusan, kita kadang merasa ditarik ke dua arah:

🔹 Gengsi = jurusan populer, dianggap keren, dibanggakan orang tua
🔸 Kenyamanan = jurusan yang bikin kamu betah, sesuai dengan minat dan kemampuanmu

Pertanyaannya: Harus ikut opini orang atau ikut kata hati sendiri?

Apa Itu Jurusan “Bergengsi”?

Jurusan bergengsi sering kali:

  • Punya label sosial yang tinggi (Kedokteran, Hukum, Teknik)
  • Dikaitkan dengan “kesuksesan masa depan”
  • Banyak diminati, persaingannya ketat
  • Sering jadi harapan orang tua dan lingkungan

Tapi… gengsi tidak menjamin kebahagiaan atau keberhasilan.

Kamu bisa masuk jurusan bergengsi, tapi kalau kamu tidak nyaman, hasilnya bisa:

  • Kuliah terseret-seret
  • Tidak termotivasi
  • Burnout atau stres berat
  • Pindah jurusan di tengah jalan

Kenyamanan = Kunci Bertahan dalam Perjalanan Panjang

Kuliah bukan sprint 100 meter, tapi maraton 4 tahun atau lebih. Kalau kamu tidak nyaman:

  • Belajar jadi beban
  • Praktikum terasa berat
  • Tugas dan proyek bikin stres berlebih
  • Nilai sulit meningkat meski sudah berusaha

Kenyamanan muncul ketika kamu:

  • Belajar hal yang kamu suka dan pahami
  • Merasa tertantang tapi tetap termotivasi
  • Punya energi untuk berkembang, bukan sekadar bertahan

Bagaimana Menyeimbangkan Gengsi & Kenyamanan?

🔍 1. Tanyakan pada diri sendiri:
“Aku pilih ini karena aku mau, atau karena orang lain mau?”

Jika kamu memilih hanya untuk menyenangkan orang lain, kemungkinan besar kamu akan kehilangan semangat di tengah jalan.

🧠 2. Evaluasi realitas:
Apakah kamu punya kemampuan dan minat yang sesuai dengan jurusan itu?

Jurusan bergengsi membutuhkan kesiapan mental dan akademik. Jangan hanya karena “keren”, kamu memaksakan diri.

💡 3. Temukan jalan tengah:
Adakah jurusan alternatif yang tetap realistis tapi nyaman buatmu?

Misalnya:

  • Ingin kuliah Kedokteran, tapi tidak tahan tekanan → bisa pertimbangkan Gizi, Farmasi, atau Psikologi.
  • Suka desain, tapi ingin jaminan karier → bisa eksplorasi UI/UX, Desain Produk, atau Digital Marketing.

Kisah Nyata: “Terjebak Gengsi”

Farhan masuk Teknik Mesin karena katanya jurusan itu “paling jantan” dan punya peluang kerja bagus. Padahal dia dari dulu suka menggambar dan merancang poster.
Di semester 3, dia mulai depresi, merasa salah jurusan. Akhirnya, setelah diskusi panjang dengan orang tua dan guru BK, dia pindah ke Desain Komunikasi Visual.
Sekarang? Dia kuliah sambil freelance desain, dan punya portofolio yang bikin bangga.

Jangan biarkan opinimu tenggelam oleh suara orang lain. Yuk, scroll ke bawah untuk menemukan strategi menyeimbangkan ekspektasi dan realita dirimu sendiri! 👇

Pilih jurusan itu seperti memilih sepatu:
Yang terlihat keren belum tentu nyaman dipakai.
Dan sepatu yang nyaman akan membawamu melangkah jauh, melewati berbagai rintangan dengan lebih ringan.

Gengsi bisa memudar. Tapi kenyamanan yang cocok dengan dirimu akan bertahan dan menguatkanmu.

Artikel Lainnya

Share This